APA ITU KARANG GIGI ??
Banyak orang yang mengeluh ketika tiba-tiba gusinya berdarah, gigi terasa goyang, terasa gatal dan nampak kasar pada permukaan gigi jika disentuh oleh lidah bahkan terkadang menimbulkan bau yang tidak menyenangkan, padahal sikat gigi rajin dilakukan. Terkadang memang, sikat gigi tdk mampu menjangkau sudut-sudut gigi yang lain sehingga sisa-sisa makanan masih menempel dan tidak lepas dari sela gigi dan akhirnya lama-kelamaan bertumpuk menjadi plak dan akhirnya jadi karang gi.......untuk lebih jelasnya.....
Karang gigi yang melekat di permukaan mahkota gigi biasanya
berwarna kekuningan sampai kecokelatan yang dapat terlihat mata. Permukaannya
keras seperti gigi dan tidak dapat dibersihkan dengan sikat gigi atau tusuk
gigi.karang gigi yang tidak terlihat biasanya tumbuh di bawa gusi,
mengakibatkan gusi infeksi dan mudah berdarah. Karang gigi biasanya dapat
menyebabkan bau mulut.
PENYEBAB KARANG GIGI
Plak dan bakteri mulai bekerja 20 menit setelah makan. Jika
tidak dibersihkan, akan terbentuk lubang gigi hingga gigi tanggal.
Bakteri aktif penyebab karang
gigi golongan streptococcus dan anaerob. Bakteri tersebut mengubah glukosa dan
karbohidrat pada makanan menjadi sama melalui fermentas. Asam akan terus di
produksi oleh bakteri tersebut. Kombinasi bakteri, asam, sisa makanan, dan air
liur dalam mulut membentuk suatu substansi berwarna kekuningan yang melekat
pada permukaan gigi yang disebut plak.
Plak
yang tidak di bersihkan akan termineralisasi menjadi kalkulus atau karang gigi.
Plak dan karang gigi inilah yang akan mengiritasi gusi dan akan menyebabkan
gusi berdarah, bengkak (gingivitis). Perkembangannya kemudian menjadi
periodintitis jika kerusakan sudah mengnai tulang pendukungnya. Hal ini
biasanya di tandai dengan lepasnya garis perlekatan gusi.
Kerusakan
tulang pendukung inilah yang menyebabkan gigi mulai goyang. Jika tidak segara
dirawat, hal ini berakibat pada tindakan pencabutan gigi.
PERAWATAN
Untuk
menghindari terjadinya plak dan karang gigi, lakukan pembersihan rutin secara
mandiri dengan sikat gigi, dan berkumur dengan teratur dan benar. Perawatan
yang dilakukan dokter gigi yaitu dengan melakukan pembersihan karang gigi
(scaling). Pada prosesnya terkadang menimbulkan rasa sakit dan sedikit
pendarahan
Kemudian,
tingkat lajupembentukan kalkulus setiap orang berbeda. Variasinya adalah antara
tiga bulan, empat bulan dan enam bulan sekali, sesuai rekomendasi dokter gigi.
Misalnya pada laju pembentukan kalkulus yang cepat, seperti pada penderita
diabetes, maka diperlukan pembersihan kalkulus (scalling) lebih cepat,misalnya
setiap tiga bulan. Kalkulusu yang lama tidak dibersihkan akan semakin banyak
akumulasinya. Arah penyebaran kalkulus bergerak dari leher ke atas (ke arah
permukaan mahkota gigi) atau ke bawah (ke arah akar gigi).
Penyebaran
kalkulus ke arah akar gigi dapat melepaskan perlekan gusi dengan gigi. Lebih
jauh karang gigi dapat masuk ke tulang pendukung dan merusaknya. Hal ini
menyebabkan gigi mulai goyang. Karena itu, sering ditemukan gigi yang tidak
sakit dan berlubang, tetapi goyang dan mudah tanggal. Kemudian gusi
disekitarnya sering berdarah dan dipenuhi kalkulus.
Kerugian
lain dengan adanya kalkulus timbulnya bau mulut (halitosis) dengan penmpilan
mulut yang tidak higienis.
Gusi berdarah
Gejala
·
Saat dan setelah menyikat gigi, ada noda darah
yang tertinggal pada bulu sikat gigi.
·
Saat meludah ada darah dalam air liur.
·
Gusi bisa dipisahkan dari gigi dengan
menggunakan tusuk gigi.
·
Warna gusi mengkilap dan bengkak, kadang kadang
berdarah saat disentuh.
·
Tidak terlalu disertai rasa sakit.
·
Terdapat akumulasi plak atau karang gigi
disekitar leher gigi.
PENYEBAB GUSI
BERDARAH
Karang gigi dan plak merupak
faktor penyebab utama. Banyaknya jumlah karang gigi, plak dan sisa makanan yang
melekat di leher gigi menunjukkan tingkat kebersihan mulut yang buruk. Hal ini
disebabkan posisi gigi yang menyulitkan untuk dibersihkan. Misalnya gigi yang
berjejal, sehingga mudah terselip makanan. Atau banyaknya sisa makanan yang
menyebabkan tidak terjangkaunya gigi dengan sikat gigi, misalnya pada gigi
paling belakang membutuhkan ujung kepala sikat yang kecil.
Menyikat
gigi yang tidak benar akan membuat gigi kurang bersih dan bahkan melukai gusi.
Untuk itu doperlukan pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang efektif. Ada
beberapa kebiasaan yang akan memperburuk kesehatan gigi, seperti memakai bulu
sikat gigi yang kasar, menempatkan peniti, kancing, buah pinang, kawat pipa,
termasuk kebiasaan meminum alkohol dan merokok.
PERAWATAN
Pencegahan tentunya dapat dilakukan dengan menjaga
kebersihan mulut secara optimal ternasuk cara menyikat gigi yang efektif dan
berkumur dengan tepat. Perawatan gigi yang baik akan menghilangkan karang gigi.
Kemudian dibantu konsumsi vitamin dan nutrisi seperti buah dan sayur untuk
mngembalikan kesehatan gusi.
BAU MULUT ???? ( HALITOSIS )
Tidak enak kan rasanya jika dijauhi teman hanya karna bau mulut.......!!
Bau mulut (halitosis) bersumber dari daerah mulut atau
hidung. Kondisi halitosis yang kronis tidak dapat dihilangkan hanya dengan
tindakan pembersihan biasa seperti sikat gigi dan flossing
Bau mulut sesaat pada pagi hari sering dialami banyak orang
tetapi ini tidak termasuk gangguan halitosis. Keluhan halitosis tidak dibatasi
usia, ras, seks, ataupun tingkat sosial ekonomi seseorang.
GEJALA BAU MULUT
Kita sering tidak menyadari bahwa diri kita mengidap
halitosis. Kalau pun tahu, bau mulut sering membuat kita rendah diri.
Beberapa gejala tersebut :
1.
Sering merasa tidak enak dalam mulut
2.
Orang lain berkomentar mengeai bau napas anda,
kemudian menawarkan sejenis permen atau obat penyedap bau napas
3.
Tanpa sadar, anda sering menggunakan produk
menghilangkan bau mulut, penyegar napas atau semacamnya.
4.
Orang lain tidak mau berdekatan saat bicara
dengan anda.
5.
Anda merasakn mulut kering atau kondisi air liur
lebih kental dari biasanya. Kondisi ini tidak dapat diperbaiki walau dengan
segala usaha yang anda lakukan.
PENYEBAB BAU MULUT
Penyebab bau mulut
berasal dari dua hal yaitu kondisi kesehatn secara umum dan lokal.
Umum :
1.
Infeksi atau abnormalitas bentuk sinus
2.
Infeksi tonsil
3.
Gangguan paru paru, ginjal dan hati
4.
Kelainan darah
5.
Diabetes
6.
Gangguan kantung kemih
7.
Menstruasi
8.
Karsinoma atau kanker
9.
Makanan tertentu
Lokal :
1.
Lubang gigi yang besar dan dalam jumlah banyak
2.
Gangguan periodontal atau gusi
3.
Infeksi atau bengkak pada mulut
4.
Kanker dalam mulut
5.
Kondisi kekeringan dalam mulut (xerostomia)
6.
Alergi
7.
Perkembangan kuman anaerob tipe gram negatif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar